PLN Energi Gas Perkuat Tata Kelola Perusahaan melalui Awareness Assessment GCG
Jakarta, 20 April 2026 – PT PLN Energi Gas kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik melalui penyelenggaraan kegiatan Awareness Assessment Good Corporate Governance (GCG). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Direksi, Dewan Komisaris, serta manajemen, dan menjadi momentum penting dalam meningkatkan pemahaman serta kesiapan perusahaan dalam menghadapi penilaian GCG yang semakin komprehensif.
Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait parameter penilaian GCG, sekaligus memastikan keselarasan dengan standar nasional dan internasional, termasuk Annual Report Award (ARA) serta ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) yang mengacu pada prinsip-prinsip Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).
Direktur Utama PT PLN Energi Gas, Bapak Edwin Bangun, dalam sambutannya menegaskan bahwa penerapan prinsip Good Corporate Governance merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian, dan kesetaraan harus menjadi budaya yang hidup di seluruh lini organisasi.
“Penerapan prinsip GCG bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan fondasi utama dalam memastikan perusahaan dikelola secara etis, efisien, dan berkelanjutan. GCG yang kuat akan mendorong penciptaan nilai sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujar Edwin Bangun.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa PLN Energi Gas terus beradaptasi dengan perkembangan regulasi dan standar tata kelola terbaru. Hal ini tercermin dari komitmen perusahaan dalam mengadopsi kebijakan yang mengacu pada regulasi Kementerian BUMN, sebagai langkah untuk memastikan tata kelola perusahaan tetap relevan dan selaras dengan praktik terbaik.
“Kami terus memastikan bahwa praktik tata kelola yang dijalankan tidak hanya memenuhi ketentuan yang berlaku, tetapi juga mampu menjawab tantangan bisnis yang dinamis serta ekspektasi stakeholder yang terus berkembang,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama juga menyoroti pentingnya pelaksanaan assessment GCG sebagai instrumen evaluasi strategis. Ia menegaskan bahwa assessment harus dipandang sebagai sarana refleksi dan perbaikan berkelanjutan, bukan sekadar formalitas.
“Assessment GCG adalah alat ukur yang objektif untuk melihat sejauh mana kita konsisten dalam menjalankan prinsip tata kelola. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi momentum untuk mengidentifikasi potensi kelemahan dan memperkuat area yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari peningkatan kualitas tata kelola, PLN Energi Gas juga melakukan penguatan pada parameter penilaian GCG. Jika sebelumnya menggunakan dua parameter, pada tahun buku 2025 penilaian diperluas menjadi tiga parameter utama, yaitu ACGS, Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia (PUG-KI), serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SE-OJK).
“Penguatan parameter ini mencerminkan meningkatnya standar dan ekspektasi terhadap kualitas tata kelola perusahaan. Oleh karena itu, kesiapan dan pemahaman seluruh insan perusahaan menjadi kunci utama keberhasilan implementasi GCG,” ungkap Edwin.
Dalam kegiatan ini juga dipaparkan bahwa ACGS menitikberatkan pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan terhadap hak pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Sementara itu, PUG-KI yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) mengedepankan pendekatan apply or explain, yang mendorong perusahaan untuk menerapkan prinsip tata kelola atau memberikan penjelasan apabila belum dapat diimplementasikan secara optimal.
Di sisi lain, ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) menggunakan pendekatan comply or explain, yang menekankan kepatuhan sekaligus transparansi dalam pelaporan. Seluruh implementasi tersebut nantinya akan tercermin dalam Annual Report dan menjadi bagian penting dalam penilaian ARA.
Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan bersama tim asesor profesional, sehingga diharapkan dapat memberikan wawasan baru serta memperkuat pemahaman praktis dalam implementasi GCG di lingkungan PLN Energi Gas.
Menutup sambutannya, Direktur Utama menyampaikan harapannya agar seluruh insan perusahaan memiliki komitmen yang sama dalam mengimplementasikan tata kelola yang unggul.
“Dengan kesiapan yang baik dan komitmen bersama, kita tidak hanya mampu memenuhi standar assessment, tetapi juga membangun fondasi tata kelola perusahaan yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, PT PLN Energi Gas menunjukkan keseriusannya dalam menjadikan GCG sebagai bagian integral dari strategi bisnis perusahaan, sekaligus memperkuat kepercayaan stakeholder dan mendukung kinerja perusahaan yang berkelanjutan.
Narahubung
Sekretaris Perusahaan
PT PLN Energi Gas
021-29721019
Tentang PLN Energi Gas
PT PLN Energi Gas (PLN EG) merupakan anak perusahaan PLN EPI yang bergerak dalam bidang midstream gas. Kompetensi inti perusahaan adalah pendistribusian gas (gas pipa dan LNG) di darat dan di laut (FSRU dan LNGC) untuk pembangkit listrik dengan keandalan tinggi.