Media
News

PT PLEN EPI dan PLN Energi Gas Kolaborasi Kembangkan Budidaya Madu Kelulut di Desa Tanjung Batu untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Kutai Kartanegara, 14 Juni 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT PLN Energi Gas melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Pengembangan dan Pendampingan Budidaya Madu Kelulut” di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Program ini merupakan upaya kolaboratif kedua perusahaan dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis sumber daya alam yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha budidaya madu kelulut secara berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan Kick Off Program TJSL yang dilaksanakan di Aula Desa Tanjung Batu pada Jumat (12/6). Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan manajemen PLN EPI dan PLN Energi Gas, Camat Tenggarong Seberang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pemerintah Desa Tanjung Batu, serta Kelompok Budidaya Madu Kelulut Desa Tanjung Batu. Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan bantuan program secara simbolis sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan usaha budidaya madu kelulut di desa tersebut.

Selain seremoni pembukaan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai potensi ekonomi madu kelulut dan berbagai produk turunannya. Materi disampaikan oleh praktisi budidaya madu kelulut yang berpengalaman sehingga peserta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan dari sektor ini.

Peserta juga mengikuti pelatihan teknis yang berfokus pada peningkatan kapasitas budidaya. Materi yang diberikan meliputi teknik budidaya madu kelulut, proses panen madu dan propolis, hingga praktik pengolahan serta ekstraksi propolis yang dipandu langsung oleh akademisi dan pakar di bidangnya. Melalui sesi praktik ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai standar pengelolaan produk yang berkualitas dan bernilai tambah. Di samping itu, diberikan juga pelatihan terkait aspek hilirisasi usaha, mulai dari perizinan produk, pengemasan madu dan propolis, hingga strategi pemasaran produk. Materi tersebut disampaikan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara guna memperkuat kemampuan kelompok binaan dalam mengembangkan usaha yang berdaya saing dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

Program Pengembangan dan Pendampingan Budidaya Madu Kelulut ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat Desa Tanjung Batu sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pengembangan budidaya lebah tanpa sengat (stingless bee) yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan produktivitas tanaman melalui proses penyerbukan.

Sekretaris Perusahaan PLN Energi Gas, Elok Faiqoh Saptining Ratri, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal yang selaras dengan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Melalui kolaborasi TJSL antara PLN EPI dan PLN Energi Gas, kami ingin menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Budidaya madu kelulut dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui peran lebah sebagai agen penyerbukan alami. Kami berharap program ini dapat menjadi embrio usaha masyarakat yang terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi Desa Tanjung Batu,” ujar Elok.

Lebih lanjut, Elok menegaskan bahwa keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan pelatihan dan pemberian bantuan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri setelah program berjalan.

“Kami percaya bahwa kolaborasi, pendampingan yang berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan program TJSL yang berdampak dan berkelanjutan. PLN Energi Gas akan terus mendukung upaya-upaya pemberdayaan yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Melalui kolaborasi ini, PLN EPI dan PLN Energi Gas menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Ke depan, kedua perusahaan akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi program guna memastikan keberlanjutan usaha serta tercapainya tujuan pemberdayaan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Program ini diharapkan dapat menjadikan Desa Tanjung Batu sebagai salah satu sentra budidaya madu kelulut yang mampu menghasilkan produk berkualitas, bernilai ekonomi tinggi, serta menjadi contoh pengembangan ekonomi masyarakat berbasis konservasi lingkungan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Narahubung

Sekretaris Perusahaan

PT PLN Energi Gas

021-29721019

Tentang PLN Energi Gas

PT PLN Energi Gas (PLN EG) merupakan anak perusahaan PLN EPI yang bergerak dalam bidang midstream gas. Kompetensi inti perusahaan adalah pendistribusian gas (gas pipa dan LNG) di darat dan di laut (FSRU dan LNGC) untuk pembangkit listrik dengan keandalan tinggi.